Tampilkan postingan dengan label budidaya lele. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budidaya lele. Tampilkan semua postingan

7 Juni 2013

Panen Ikan Lele

alhamdulialh penantian selama 2 bulan akhirnya bisa di panen..
inget waktu persiapan, pemeliharaan, dll..
duh asaa gk mau ngulang,, tapi ketika panen terbayar sudah itu semua lelah
1 kata yang bisa di ucap
......ALHAMDULILAH.......

tapi sebelum ita tutup sedikit share nih cara budidaya ikan lele sesuai dengan yang sudah pernah ita lakukan :

#tahap persiapan wadah
  1. kolam dibersihkan dari sampah dan kotoran
  2. pengecekan dinding kolam apa kah ada yang bocor atau tidak
  3. penambalan dinding kolam supaya nanti ketika diisi air tidak rembes

#tahap pengisian air dan treatment
  1. kolam di isi air setinggi min 50 cm
  2. air dibiarkan selama 2 malam sambil di aerasi u/ membuang gas2 beracun dan meningkatkan O2

#tahap penebaran benih
  1. benih yang ditebar ukuran 5-6 cm
  2. kepadatan yang digunakan min 50 e/m2
  3. lakukan aklimatisasi selama 15 menit

#tahap pemeliharaan
  1. pemberian pakan 3 kali sehari (pagi, sore, malam)
  2. pergantian air 1 minggu sekali 25%
  3. langsung membuang ikan yg mati supaya penyakit tidak menular

#pengobatan penyakit
  1. sakit aeromonas : diobati dengan menggunakan OTC (oxytetrasiclin) 0,5 ppm
  2. sakit jamur : diobati dengan menggunakan MB (metylen blue) 4-5 ppm

#pemicu pertumbuhan
  1. untuk benih : tambahkan Virtachick pada pakan
  2. untuk Pembesaran : tambahkan Vitabrow dan neubro pada pakan 5 gr/kg pakan


mungkin itu yang bisa ita share,, semoga menambah wawasan kita semua
semangaaatt,, semoga bermanfaat
:D

*radar neptunus

10 April 2013

Masalah benih lele ukuran 5-6 cm

selamat pagi menjelang siang,,,
hy sobat, gmn nih kabarnya
baik pastikan!!!
oiya hari ini ita mau share sedikit pengalaman tentang budidaya lele untuk ukuran konsumsi

#1 persiapan wadah
bak atau kolam yang sudah dibersihkan, kemudian di isi air dengan ketinggian min 60cm. setelah itu dilakukan treatmen air dengan cara pemberian aerasi selama 2 hari nonstop

#2 tebar benih
benih yang ditebar diusahakan berukuran 7-8 cm karena ukuran tersebut sudah cukup besar dan cukup kuat untuk menhadapi perubahan lingkungan. jikapun tidak ada ukuran 7-8 maka ukuran 5-6 masih bisa digunakan. namun, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk benih 5-6 cm ini, yaitu perlu dilakukan :
- penyortiran ulang setelah 7-10 hari pemeliharaan
- pemberian pakan ukuran -1 atau remah (comfeed, matahari sakti, pokpan)
- pergantian air min 1 minggu sekali
- treatmen menggunakan obat-obatan
         1) penyakit aeromonas : gunakan OTC dosis 0,5 ppm dalam media pemeliharaan
         2) penyakit jamur         : menggunakan malacyte green
         3) nafsu makan berkurang : penambahan Enrof 2,5 gr/kg pakan

#3 pemberian pakan
untuk minggu pertama dilakukan pemberian pakan secara at satiation (sekenyangnya) dengan frekueunsi 4 kali sehari yaitu pagi, siang, sore dan malam dengan proporsi pemberian makan malam lebih besar dibanding yang sebelumnya.

#4 pencegahan penyakit
agar tidak terserang penyakit, pastikan benih yang ditebar bebas patogen dan tidak membawa penyakit dari hatchery pembenihan. adapun untuk pencegahan, dapat dilakukan pemberian garam pada media pemeliharaan sebelum benih ditebar dengan dosis 0,5 ppt. namun lain hal jika sudah terserang penyakit dan tidak bisa diselamatkan, maka yang harus dilakukan adalah kembali ke point (#2 yaitu tebar benih)
 

11 Mei 2012

Kegiatan di Desa Cipajang Kecamatan Banjarharjo





Kegiatan di Desa Cipajang Kecamatan Banjarharjo
Oleh : Ita Apriani

1. Observasi lokasi

Desa Cipajang merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes bagian Barat. Penduduk di Desa Cipajang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Pertanian desa Cipajang mencakup kegiatan bercocok tanam dengan komoditas utama berupa beras dan bawang merah, dan kegiatan perikanan berupa budidaya ikan lele. Kegiatan observasi yang dilakukan di Desa Cipajang meliputi perizinan kegiatan IPB Goes To Field kepada Kepala Desa Cipajang yang diwakili oleh Sekretaris Desa Cipajang dan observasi lokasi kolam di salah satu UPR (Unit Pembenihan Rakyat) di Desa Cipajang.

UPR yang digunakan untuk kegiatan Goes To Field merupakan UPR yang dimiliki oleh Ketua BPD di Desa Cipajang yaitu Bapak Charyad Edi Susanto. Awal usaha kegiatan budidaya yang dilakukan oleh Pak Charyad adalah kegiatan pembesaran ikan lele selama empat tahun, kemudian beralih menjadi usaha pembenihan ikan lele hingga sekarang yang telah berjalan selama dua tahun. Jumlah kolam yang dimiliki Bapak Charyad yaitu sebanyak 19 kolam dengan rincian 16 kolam terpal dengan ukuran (4 x 2) meter, dan 3 buah kolam tanah yang digunakan sebagai kolam indukan dengan ukuran 1 kolam tanah (2 x 3) meter dan 2 kolam tanah lainnya (1.5 x 2) meter. Sebanyak 5 buah kolam terpal dan 3 buah kolam tanah yang masih aktif digunakan. Sumber air yang digunakan untuk mengisi kolam berasal dari air tanah (mantek). Pakan menjadi salah satu kendala pada kegiatan budidaya yang dilakukan oleh UPR tersebut. Pakan yang sembarang terkadang diberikan kepada ikan indukan oleh pembudidaya sebagai alternatif pakan dengan tujuan ikan indukan segera matang gonad dan dapat memijah.